oleh: Felix Zonggonau
![]() |
| Photo: Felix ,Z |
Namun pertanyaannya adalah apakah masyarakat/ Orang papua dapat dikatakan sebagai masyarakat modern???
untuk memjawab pertanyaan diatas, tentunya saya mengunakan teori / pemikiran ww. Rostow tentang “Definisi masyarakat Moderenisasi. Menurutnya ada lima definisi masyarakat Modern, yaitu:
Masyarakat Tradisional
Masyarakat Pra Kondisi Tinggal landas
Masyarakat tinggal Landas
Masyarakat Menuju Kedewasaan, dan
Masyarakat Modern/ pengembangan Industri Tingkat tinggi.
Bahaya globalisasi terhadap kehidupan generasi penerus papua
Papua merupakan kelompok masyarakat yang multi kultur dan multi etnik. Bila di tinjau lebih jauh maka, masyarakat papua tergolong masyarakat yang heterogen karena memiliki berbagai suku, budaya, bahasa dan adat-istiadat yang berbeda- beda antara suku yang satu dengan suku yang lain.
papua menjadi unik ketika umat manusia di dunia mengenal istilah, Cendrawasih, Mambruk, Koteka, Noken, busur dan anak panah, Sagu (papeda), Tarian Yospan, Tarian Cendrawasih, Tarian Asmat, Tarian Arfak, Buah Merah, Sarang Semut, Sumber daya alam dan Potensinya, ukiran-ukiran Asmat, Pinggol (sebutan suku Amungme/ Mbiigi (sebutan suku Moni) dan Bakar Batu (The Big Ceremony of papuan Culture).
Semuanya adalah kebanggaan budaya bangsa yang di titipkan oleh leluhur/ nenek moyang orang papua untuk di lestarikan dan di cintainya sampai turun temurun. Namun pertanyaannya adalah sangupkah kita sebagai Generasi Penerus mampu mempertahankan budaya kita sebagai jati diri Anak Bangsa yang utuh?? Lantas, apa yang kita akan lakukan dalam meminimalisir dampak-dampak globalisasi di papua?.
Tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi di papua memang menjadi perdebatan yang di kalangan budayawan, tokoh-tokoh gereja, Tokoh adat dan tokoh pemuda. Mengapa? Karena di satu sisi, Orang tua adalah sumber pemegang budaya leluhur, di lain sisi, ada kekawatiran tersendiri bahwa bawasannya generasi penerus telah terkontaminasi dengan budaya asing (akulturasi budaya). Sehingga anak sebagai generasi penerus, tidak bisa melanjutkan budaya yang di titipkan orang tua, ketika orang tua tidak bersama dengan anaknya (berpaling menuju tempat yang semestinya). “Nah, tugas generasi papua adalah jangan melawan Globalisasi tetapi yang harus kita lakukan adalah mencoba memahami, merenungkan dan menghadapinya. Karena apabila kita melawan globalisasi, maka dampaknya akan lebih berbahaya tetapi kalau kita mengambil dampak- dampak positif, maka jati diri/ identitas diri generasi papua tidak akan di goyang.


0 komentar:
Posting Komentar